Tags

, , , , , ,

TokyoSonata_OneSheet_NoRating.FIN

Ryûhei Sasaki (Teruyuki Kagawa) is keeping a secret from his wife, Megumi (Kyôko Koizumi), and his two teenage sons. Even though he leaves the house every day, he’s not really going to work. He’s going to an employment office. He recently lost his job due to outsourcing, but is determined to find another position, all while supporting an old friend who is also out of work. But when Megumi accidentally finds out Ryûhei’s secret and doesn’t tell him, her trust in him, and their marriage, suffers.

———

Apa yang kalian pikirkan saat denger negara Jepang? Robot, teknologi canggih, Geisha, Manga dan JAV! Yes, thats Japan.Saya pernah berkunjung ke negara Jepang. And to me, Japan is a paradox. Wonderful yet weird. The peoples is very kind but also introverts. Yes, Japan is a mystery from a strangers view like me.

Tokyo Sonata told about a paradox of Japan from culture and economic perspective. Its all about how ordinary Japanese people live and think. A family with father as a head and mother as a housewife. They have a children; rebellious teenager and confused boy.

5
Film ini dikisahkan saat unemployment rate Jepang yang sedang tinggi karena pemberlakuan free trade yang membuat negaranya kebanjiran pekerja luar padahal ekonomi mereka sedang stagnan. Sang ayah kena dampaknya. Ia yang bekerja sebagai director of admin harus kena PHK dari kantornya karena ada pekerja dari China yang usianya lebih muda dengan upah yang lebih murah.

Sesuai budaya Jepang, ayah adalah kepala keluarga dan decision maker rumah tangga yang harus dituruti, di hormati dan didengerakan walaupun dalam keadaan apapun. Inilah social critics yg dilancarkan Kiyoshi Kurosawa dalam Tokyo Sonata. Budaya Patriaki Jepang bahwa lelaki dalam rumah tangga adalah selalu benar dan kuat.

Selanjutnya Kurosawa bercerita betapa susahnya mencari kerja di Jepang karena persaingan yang super ketat, gengsi para ayah yang di junjung tinggi, serta gap generation. Penduduk Jepang kebanyakan adalah kaum usia lanjut yang secara produktivitas sudah tidak bisa segesit orang muda. Kurosawa juga memotret realita maraknya bunuh diri di kalangan masyarakat Jepang karena faktor susahnya mencari kerja.

Kurosawa berhasil mengemas masalah-masalah di atas menjadi sebuah drama keluarga yang memikat namun membuat tercekat. Sesuai tagline-nya: Every Family Has Its Secret. Bukan cuma sang ayah saja yang menyembunyikan rahasia kalau dia sudah di PHK dari kantornya dan menjadi penggangguran, tapi sang Ibu juga punya rahasia dalam menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Begitupun dengan kedua anaknya. Masing-masing dari mereka punya rahasia sendiri yang semua muaranya adalah karena faktor ekonomi dan budaya Jepang mereka semua akhirnya memendam cerita.

So, this film told us about what they do when they down because economic crisis and the clash of traditional value system? Oh ya, jangan harap kalian akan melihat robot, teknologi canggih dan Jepang dengan segala gemerlapnya, Kurosawa bercerita sisi kelam dari negara yang pertumbuhan penduduknya paling kecil di dunia.

A film you must see! Recommended!

Advertisements