Tags

, , , , , , ,

1Beberapa hari belakangan social media dan berbagai media dalam serta luar negeri ramai dengan berita kudeta militer Turkey (yang gagal). Terhadap kudeta ini, saya jadi ingat dengan film Colonia Dignidad yang di bintangi oleh Emma Watson sang Hermione di film Harry Potter. And here’s the synopsis:

Colonia (2015)
Lena and Daniel, a young couple become entangled in the Chilean military coup of 1973. Daniel is abducted by Pinochet’s secret police and Lena tracks him to a sealed off area in the South of the country, called Colonia Dignidad. The Colonia presents itself as a charitable mission run by lay preacher Paul Schäfer but, in fact, is a place nobody ever escaped from. Lena decides to join the cult in order to find Daniel. Based on true events,- sinopsis by IMDb

5
Film ini bercerita tentang kisah cinta Emma Watson (Lena) and Daniel Brühl (Daniel) yang berusaha keluar dari Colonia Dignidad. Mereka terjebak saat kudeta militer terhadap pemerintahan resmi Chille. Daniel adalah youth activist pro presiden yang sah, Salvator Allende. Ia ditangkap dan di siksa dalam sebuah tempat terpencil di Chile selatan yang disebut Colonia Dignidad. Lena kemudian meminta bantuan pihak Amnesti International, untuk bisa masuk ke Colonia Dignidad demi membebaskan Daniel. Selanjutnya, alur cerita khas hollywood. Well, lupakan kisah cinta mereka. Ada yg lebih besar dari cerita cinta Lena dan Daniel.

4

COLONIA DIGNINAD.

Oh my God, saya baru tau ternyata masih ada camp rahasia yang menjadi tempat penyiksaan, pembuangan, perbudakan dan perkosaan di era merdeka seperti sekarang. Setelah nonton film Colonia dengan segala gambaran lokasi serta bentuk penyiksaan di sana, saya jadi merinding sendiri membayangkan bahwa slavery still exists. Gilak ya para politisi ini, demi kekuasaan mereka bisa melakukan apa saja.

Collonia Dignidad was founded by an ex-Nazi, Paul Schäfer. He collaborated with the dictatorship of Augusto Pinochet whose secret police used the colony as a place to torture opponents. Schäfer ini juga pedofil. Banyak anak kecil jadi korban kekerasan seksual dari Schäfer. Dia membuat Collonia ini seperti semacam camp keagamaan dan dia mem-brainwash orang-orang di Colonia kalau dia adalah titisan Tuhan yang diperintahkan untuk membuka jalan terang bagi umat yang tersesat. Schäfer menggunakan agama untuk menutupi kedok dia sebenernya, Pinochet melindunginya karena Collonia bisa menjadi dukungan politik besar buat dia. Kloplah relasi kuasa antara politik dan agama. (Sounds fimiliar, isnt it?)

Di film ini kita akan menemui tempat-tempat Colonia Dignidad yang menjadi saksi kekejaman Schäfer dan Pinochet. Asrama laki-laki, perempuan dan young boy yang terpisah dan mereka juga di larang berinteraksi satu sama lain. Kamar mandi young boy yang menjadi tempat Schäfer melampiaskan nafsu pedofile-nya. Asrama Lena yang sunyi, sepi dan mencekam. Kamar penyiksaan bawah tanah dimana Daniel di eksekusi dengan peralatan listrik. Tunnel penghubung Colonia dengan dunia luar. Court room sekaligus tempat penganiyaan dan “perploncoan” serta tempat-tempat “penuh darah, amarah dan angkara” lain sebagainya.

3

Colonia Dignidad Villa Baviera original

- UNDATED FILE PHOTO - A woman hangs up posters of missing people on  the fence surrounding the comp..

A woman hangs up posters of missing people on the fence surrounding the compound of Colonia Dignidad (Colony of Dignity) in Parral, 300 km south of Santiago, in this undated file photo.

Saya barusan googling lokasi-lokasi yang ada di film, and its true! Ini semua membuat saya bergidik, 3 dekade lebih lokasi ini menjadi tempat penyiksaan, pembuangan dan perbudakan but nobody know? Really?! Colonia Dignidad made me MINDBLOWING, and off course I was holding my breath from beginning to end of film.

Advertisements