Tags

, , , , , ,

Panama Papers saat ini sedang menjadi headline berbagai media dunia. Dokumen internal ini mengungkap berbagai macam korupsi, abuse of transfer pricing serta perjanjian bisnis yang mencurigakan dan dilakukan para pemimpin negara, pejabat tinggi, politisi, atlet serta tokoh-tokoh penting dunia lainnya. Dokumen yang bocor ke publik tersebut sebenarnya adalah data internal milik Mossack Fonseca, sebuah biro hukum yang menyediakan jasa offshore atau pengelolaan bisnis di luar negeri dan penyediaaan perusahaan-perusahaan tidak aktif atau shell company yang digunakan untuk menutupi kegiatan finansial klien-kliennya.

Panama Papers berawal dari seorang anonim yang menghubungi kantor berita Jerman, Süddeutsche Zeitung setahun yang lalu. Kantor berita ini kemudian berkoordinasi dengan International Consortium of Investigative Journalists untuk di teliti dan di investigasi lebih lanjut. Dokumen kemudian disebar dan dipelajari oleh 107 organisasi media di lebih dari 80 negara oleh 400 wartawan. Dokumen Panama Papers berisikan bagaimana jejaring korupsi dan kejahatan pajak bekerja.

Laporan pertamanya yang dipublikasikan tanggal 3 April 2016 kemarin tercatat 140 politisi, 72 kepala negara dan mantan kepala negara terlibat dalam praktek kotor tersebut. Bebarapa nama diantaranya Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud, President of the United Arab Emirates and Emir of Abu Dhabi Sheikh Khalifa bin Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Argentina Mauricio Macri, Presiden Ukraina Petro Poroshenko. Ada pula mantan perdana menteri seperti Ayad Allawi, mantan Perdana Menteri Iraq, Mantan Perdana Menteri Yordania Ali Abu al-Raghed serta Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, mantan perdana menteri Qatar serta mantan pimpinan negara lainnya. Selain itu, Panama Papers juga mengungkap penggunaan perusahaan offshore milik orang-orang dekat dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan Presiden Suriah Bashar al Assad serta tokoh-tokoh lainnya.

Menariknya, tak hanya pimpinan negara dan politisi saja yang ada dalam dokumen Panama Papers, ada pula 20 nama pemain sepakbola ternama dunia, termasuk didalamnya bintang FC Barcelona, Lionel Messi. Messi dan ayahnya, Jorge, dituduh menyerahkan hak atas brand/merek pemain sepakbola tersebut ke dua perusahaan di Belize dan Uruguay dengan tujuan menghindari pajak di Spanyol yang mengharuskan pesepak bola melaporkan pendapatan yang diterima dari berbagai iklan.

Selain itu, ada catatan tentang perusahaan gelap yang dikendalikan oleh sindikat perusahaan yang masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat karena berhubungan dengan kartel narkoba Meksiko, organisasi teroris seperti Hezbollah dan atau terkoneksi dengan negara yang pernah mendapat sanksi internasional seperti Korea Utara dan Iran.

Perlu dicatat mereka semua memanfaatkan kebijakan keringanan pajak (tax haven) di Panama untuk menyembunyikan kekayaan sebenarnya, memanipulasi keuntungan bisnis serta melakukan tindakan pencucian uang untuk menghindari pajak.

Dokumen Panama Papers berisi 11 juta dokumen internal yang bersandi dengan ukuran file tersebut mencapai 2,6 terabyte (TB) yang terdiri atas 4,8 juta e-mail dengan 3 juta database, 2,1 juta dokumen PDF, 1,1 juta foto, 320,000 dokumen teks dan 2,000-an file lainnya. Pantaslah kalau kemudian Panama Papers dijuluki sebagai “The biggest leak in the history of data journalism”

Untuk melihat dokumen Panama Papers bisa langsung mengunjugi website berikut http://panamapapers.sueddeutsche.de/en/ Oh iya, Media di Indonesia yang diajak untuk melakukan investigasi dan membedah kasus ini di International Consortium of Investigative Journalists adalah TEMPO. Mari kita tunggu laporan lengkapnya.

Update 5 April:

Ada nama Sandiaga Uno dan Riza Khalid dalam dokumen Panama Papers:

Sumber:
1.https://m.tempo.co/read/news/2016/04/05/078759793/panama-papers-ada-nama-sandiaga-uno-dan-riza-chalid
2. http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160405102735-92-121736/sandiaga-uno-jelaskan-keterkaitan-dengan-panama-papers/

Advertisements