Tags

, , , , , ,

Kemarin saya mengurus mutasi alamat sekaligus perpanjangan passport. Sebenarnya saya tipikal orang malas jika harus mengurus dokumen yang berhubungan dengan birokrasi pemerintahan karena tidak suka dengan keribetan administrasi. Selain memakan waktu yang panjang, juga banyak meja dan tangan yg harus saya lewati, pastinya itu tidak gratis. Ada salam tempel disetiap tanda tangan. Itulah mengapa dulu-dulu saya selalu memakai jasa calo atau agen travel untuk mengurus passport.

Beberapa tahun terakhir saya mendengar jika KEMENKUMHAM memang sedang berbenah dengan melakukan reformasi birokrasi besar-besaran di bidang pelayanan publik. Salah satunya adalah online system dalam pengurusan passport baik itu membuat baru, mutasi alamat dan atau perpanjangan. Berbekal testimoni dan review beberapa travel blogger serta ngobrol dengan salah satu  teman kelas di FE UI dulu yang bekerja di KEMENKUMHAM akhirnya saya memberanikan untuk mengurus sendiri mutasi dan perpanjangan passport.

Berbeda dengan dulu, kali ini saya tidak harus lari sana-sini, tapi cukup duduk depan laptop untuk melengkapi biodata sesuai dengan dokumen asli dan kemudian bayar/transfer di bank/atm untuk biaya administrasi dengan nominal sesuai ketentuan. Setelah transfer dilakukan saya diberikan jadwal untuk foto di kantor Imigrasi terdekat. See? Betapa cepat dan mudahnya sistem ini!

Pada saat di kantor Imigrasi untuk foto, saya hanya diharuskan membawa dokumen asli dan fotokopi sesuai biodata yg diisi untuk kemudian dilakukan verifikasi oleh petugas. Para petugas imigrasi juga melayani dengan cekatan dan ramah layaknya pegawai bank. Verifikasi valid, dokumen lengkap kemudian antri foto dan SELESAI. Jadi saya tidak harus mengurus berhari-hari dengan banyak meja yang dilewati. Tidak ada pula biaya tambahan yang harus saya bayar. Kantor Imigrasi bersih dari calo. Saya tidak menemukan satupun calo yang berkeliaran seperti tahun-tahun terdahulu yang bebas keluar masuk gedung. System payment gateway and one day services selain mempermudah pengurusan juga dengan sendirinya menghilangkan budaya percaloan dan korupsi.

Pelayanan publik KEMENKUMHAM seperti ini bisa menjadi contoh bagaimana reformasi birokrasi itu bekerja. Tak terbayangkan sebelumnya oleh saya jika Imigrasi bisa bersih, efektif dan efisien seperti sekarang. Jika saja mengurus KTP, SIM dan lainnya secekatan dan secepat ini, saya optimis Indonesia pasti bisa bebas dari korupsi!

*Saya masih heran, kok bisa Denny Indrayana selaku konseptor dan penggagas system payment gateway malah di jadikan tersangka kasus korupsi oleh Bareskrim, tanya kenapa?*

Advertisements