Tags

, , , , , ,

Sumber: detikcom

Sumber: detikcom

Mengikuti berita tentang Yunani dua hari terakhir ini membuat saya bergidik. One week bank holiday, capital controls, stock exchange closed. Bisa di pastikan tidak ada aktivitas ekonomi di negara ini. Padahal per-hari ini Yunani sudah harus bayar utang ke IMF 1,54 miliar euro (Rp 22 triliun)  yang sudah jatuh tempo. Yunani bangkrut! Bantuan dana dari Troika (European Central Bank, European Commission, and IMF) juga ditolak sama mereka. Suicide!

Alexi Tsipras, Perdana Menteri Yunani, meminta referendum untuk warganya dalam menentukan apakah menerima syarat suntikan dana internasional. “Bila warga Yunani ingin punya Perdana Menteri yang dipermalukan, banyak di luar sana. Tapi itu bukan saya”

Drama Yunani ini sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa kesepakatan. Tsipras dari awal memang kekeuh menolak bantuan Uni Eropa dengan alasan terlalu banyak syarat. Dia beranggapan pemangkasan uang pensiun dan kenaikan pajak seperti yang diminta oleh Uni Eropa justru akan membuat Yunani kian terpuruk dalam krisis ekonomi.

Jadi bisa dipastikan dengan penutupan bank dan membatasi penarikan dana hanya 60 euro per-orang per-hari membuat warganya panik. Terlihat panjangnya antrean warga di setiap ATM dan supermarket. Penutupan bank juga membuat investor mengalihkan dana mereka ke negara-negara lain di Eropa. c_sf_153003_TM1435566236_yunani-antri-atm

Dampak dari itu semua adalah Obligasi Yunani yang anjlok di hari Senin dengan suku bunga melonjak lebih dari 12 persen sampai 33 persen. Indeks Nikkei di Tokyo turun 2,9% atau hampir 600 poin, sementara KOSPI di Korea Selatan juga anjlok lebih dari 1,4 persen. Bursa saham Hong Kong, Hang Seng ditutup turun 2,78 persen. Analyst banyak menyebut “Aksi Penjualan Secara Panik” di bursa-bursa Tiongkok yang mudah bergejolak. Indeks Shanghai Composite bergerak naik turun di hari Senin yang pada akhirnya turun 3,34 persen setelah anjlok 7,4 persen Jumat lalu. Bursa Shenzhen terjerembab hampir 5,8 persen.

Beberapa analyst mengkhawatirkan efek domino dari krisis ini akan berimbas ke negara Eropa lainnya yang lemah secara ekonomi seperti Portugal dan Italia sehingga sampai dengan sekarang sebenarnya para pemimpin Eropa masih membuka diri untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Yunani yang masih bargantung pada referendum hari minggu 5 Juli nanti.

Anyway, apakah efek dari krisis Yunani ini akan berpengaruh ke perekonomian Indonesia? Apakah akan seperti jamannya Lehman Brothers 2008 yang sempat membuat kita panik? Or maybe worse than 2008? IMHO, sepertinya tidak akan terlalu berpengaruh karena Yunani terlalu kecil jika compare to USA di 2008? Impact-nya pasti ada, sederhananya Euro breakdown, USD apresiasi, Rupiah melemah ya kira-kira seperti itu. Tapi Direct exposure-nya tidak akan terlalu berpengaruh mengingat perekonomian nasional dan situasi perbankan kita yang dalam keadaan sehat walafiat.

So, lets see aja dramah Yunani ini.

Advertisements