Tags

, , , ,

Beberapa minggu lalu publik di kejutkan oleh Breaking News TVOne yang menayangkan secara langsung  salah satu jenazah korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 yang sudah kembung dan mengapung dengan keadaan setengah telanjang tanpa sensor sama sekali. Tidak hanya itu, TVOne juga melakukan pengambilan gambar korban dengan cara di-zoom serta layar split screen dengan histeria keluarga korban yang sedang menonton adegan demi adegan evakuasi di posko crisis centre, bandara Juanda, juga dengan di zoom ke muka salah satu keluarga yang menjerit penuh air mata. Kejam! TVOne pun dikecam berbagai pihak, termasuk media-media internasional

Sejatinya, sesuai kode etik jurnalisme gambar jasad korban baik kecelakaan, bencana, musibah, pembunuhan, dan apapun itu bentuknya  tidak sepatutnya diperlihatkan secara utuh tanpa sensor.

Split screen tayangan jenazah korban dan histeria keluarga korban

Split screen tayangan jenazah korban dan histeria keluarga korban

Kecaman dari The Independent yang menyebutkan jika TV One adalah TV yang kejam.

Kecaman dari The Independent yang menyebutkan jika TV One adalah TV yang kejam.

Sebelum insiden TVOne, kantor berita MetroTV juga mendapat kecaman yang sama di sosial media karena salah satu reporter lapangan mereka memaksa interview salah satu keluarga korban yang sedang berduka.

Bukan hanya TVOne dan MetroTV saja, hampir semua media kita juga lebih sibuk mengeksploitasi korban dan nestapa keluarga yang ditinggalkan, seolah duka mereka adalah berita. Boro-boro akan seperti NHK Japan yang memberitakan tragedi Tsunami dengan penuh rasa optimisme dan harapan untuk segera bangkit dari musibah, mereka malah lebih suka mencari berita yang tidak ada kaitannya dengan tragedi semisal mewawancarai keluarga korban tentang perasaan, firasat serta hal-hal remeh temeh yang bisa menguras air mata keluarga korban, bahkan ada beberapa media malah mewawancarai paranormal dan dukun untuk mendapatkan kisah mistis sekitar tragedi!

117

118

Alex Goldman producer for On the Media dan co-host/creator of TLDR pernah menulis Breaking News Consumer’s Handbook dengan harapan para jurnalis bisa memberitakan tragedi dengan informasi yang benar. Berikut saya kutip dari website resmi mereka

119

Selain itu, Kim Tong-hyung, reporter dari Associated Press yang bermukim di Seoul pernah menulis di Korean Times bahwa ada 7 hal yang harus dipegang teguh oleh jurnalis ketika melakukan liputan bencana, kecelakaan atau tragedi lainnya

1. Jangan sampai reportase Anda mengganggu usaha penyelamatan
2. Jangan menuliskan/mengabarkan sesuatu yang dapat membuat ketakutan yang tidak perlu
3. Selalu melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap klaim yang ada agar tidak misinformasi
4. Jangan memaksa korban/keluarga korban untuk melakukan wawancara
5. Bagi jurnalis televisi, kurangi pengambilan gambar dari jarak dekat
6. Jangan menggunakan gambar atau video yang berisi gambar brutal atau provokatif
7. Menahan diri untuk tidak mengumbar data pribadi dari korban dan penyintas juga keluarga mereka

Coba bandingkan pemberitaan media massa tanah air terkait tragedi Air Asia QZ8501 dengan Breaking News Consumer’s Handbook Alex Goldman serta prinsip jurnalistik yang ditulis oleh Kim Tong-hyung, berapa poin yang terlanggar?

Belajarlah ber-empati wahai media.

Advertisements