Tags

, , ,

I am huge fans of JK Rowling with her novel series, Harry Potter. Kisah fantasi Harry Potter telah saya baca dari kelas 2 SMP sampai dengan saya lulus kuliah. Its like, I grew up alongside Harry Potter and his friends stories. Saya hapal luar kepala kisah mereka dari buku 1 sampai buku ke-7. Bersetting kota London, Harry Potter telah membawa angan saya untuk bisa menjejakkan kaki di ibu kota Inggris tersebut.

Selain Harry Potter, novel yang masih jadi favorit saya adalah Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle. Tidak hanya novel lawas Sherlock Holmes yang bersetting di London tahun 1880-an, saya juga penikmat Sherlock Holmes TV Series yang bersetting London modern. Singkatnya karena kedua kisah tersebut, London menjadi a place I must see before I die!

Awal Juni lalu saya mendapatkan undangan trip ke London dari sebuah group media terbesar di Asia Tenggara sebagai bentuk insentif atas kerja sama antara perusahaan tempat saya bekerja dengan media-media yang ada dalam naungan group tersebut. Its like dream come true. Saya sampai melompat kegirangan ketika mendapatkan undangan beserta tiket dan itenary plus konfirmasi pengurusan VISA Inggris. Sungguh saya akan ke London tanpa modal apapun.

Saya berangkat dari Soekarno Hatta, Jakarta pukul 00:10 dan tiba di terminal London Heathrow  pukul 12:15 waktu London. Kurang lebih 18 jam perjalanan dengan transit di Qatar. Perbedaan waktu Jakarta – London adalah 6 jam, dengan waktu Indonesia yang lebih lambat. Ketika keluar terminal, saya harus menggunakan jaket tebal karena walaupun sedang summer tetap saja saya kedinginan. Betapa udiknya saya :p. Saat summer seperti ini, siang lebih lama dari malam. Sebagai gambaran saja, saya melakukan sholat magrib pada pukul 21.00 dan 03.30 sudah memasuki waktu subuh.

Salah satu Icon Kota London: Telepon umum berwarna merah yang ada di setiap sudut kota

Salah satu Icon Kota London: Telepon umum berwarna merah yang ada di setiap sudut kota

Bangunan-bangunan yang mendominasi kota London berasal dari dinding dengan bata merah

Bangunan-bangunan yang mendominasi kota London khas menggunakan bata merah

Destinasi pertama yang saya kunjungi adalah City of Westminster. Daerah ini terletak di sebelah barat dan berdampingan dengan London Kuno. Sedangkan di sebelah timur berbatasan langsung dengan kawasan Kensington dan Chelsea, sementara batas di sebelah selatan adalah Sungai Thames. City of Westminster merupakan daerah tertua di kota London. Di kawasan ini terdapat gedung parlemen, Big Ben Tower, istana negara serta tempat rekreasi tujuan para turis. Westminster adalah pusat politik negara Inggris.

Membelakangi Istana Westminster dan Big Ben

Membelakangi Istana Westminster

Di kawasan Westminster saya juga bisa melihat Big Ben dengan sangat jelas. Big Ben sendiri  merupakan menara jam terbesar kedua di dunia setelah menara jam “Royal Clock Tower” di Mekkah. Big Ben di bangun dengan gaya Gothik Victoria dengan ketinggian mencapai 96.3 meter. IMG_8010Icon paling terkenal di City of Westminster adalah Palace of Westminster atau lebih di kenal dengan Istana Westminster. Tempat ini adalah rumah bagi para parlemen dari Britania Raya. Letaknya di tepi utara dari Sungai Thames.

Pintu Agung barat dari Westminster Abbey

Pintu Agung barat dari Westminster Abbey

Selain itu, di kawasan City Of Westminster juga terdapat The Collegiate Church of St Peter yang lebih dikenal dengan nama Westminster Abbey. Bangunan ini adalah sebuah gereja dengan arsitektur Gothic yang letaknya ada di sebelah barat Palace of Westminster. Gereja ini kemudian menjadi tempat tradisional penobatan raja dan ratu Inggris dan juga pemakaman mereka. IMG_7994 Icon kota London selain Big Ben dan Istana Westminster adalah Tower Bridge. Tower Bridge merupakan jembatan yang membentang di atas Sungai Thames dan karena letaknya yang berdekatan dengan London Tower membuat jembatan ini diberi nama Tower Bridge.

Tower Bridge London

Tower Bridge London

Ketika di Tower Bridge hayalan saya melayang ke scene ketika Harry Potter dengan sapu terbangnya Nimbus 2000 melintasi jembatan ini. Dan saya langsung teringat Novel ke 6 Harry Potter and the Half-Blood Prince, ketika para Dementor ingin membunuh Harry Potter. Adegan di atas Tower Bridge ini adalah scene yang paling seru dan saya manahan nafas membayangkan mereka kejar-mengejar yang pada akhirnya Dementor-Dementor tersebut meruntuhkan jembatan ini dengan sihirnya. Ketika melihat Tower Bridge Saya jadi mereka-reka sendiri adegan ini, hehehe…

Tiket masuk Tower of London

Tiket masuk Tower of London

Direction to London Tower

Direction to London of Tower

Dari Tower Bridge saya langsung menuju Menara London atau lebih di kenal dengan Tower of London (Her Majesty’s Royal Palace and Fortress) yang terletak di tepi utara sungai Thames. Kastil ini berdiri megah dan kokoh walaupun usianya sudah lebih dari seabad. Bangunan ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Inggris. Sejak awal berdiri menara ini memiliki banyak fungsi, mulai dari tempat tinggal keluarga kerajaan, benteng pertahanan hingga penjara. Selain itu Tower of London adalah wisata sejarah yang paling mengasyikkan karena saksi kelam sejarah kerajaan Inggris.

Tower of London

Tower of London

White Tower di kawasan Tower of London

White Tower di kawasan Tower of London

Salah satu kastil di Tower of London

Salah satu sudut kastil di Tower of London

Selain itu sebagai kota pertahanan masa lalu, Tower of London juga berfungsi sebagai tempat menyimpan ‘Crown Jewels of United Kingdom’ seperti mahkota ratu dan pakaian kebesaran keluarga raja lainnya. Banyak kisah mistis yang kita jumpai ketika membaca sejarah Tower of London. Banyak orang yang di eksekusi mati di menara ini. Kabarnya, hantu para korban eksekusi masih sering berkeliaran di sekitar Tower of London. Katanya sih gitu… Tapi memang ada beberapa spot di Tower of London yang agak-agak spooky sih :p

Puas berkeliling Tower of London saya kemudian menuju sebuah restoran bergaya kuno jaman kerajaan. Medieval Banquet. Jaraknya hanya dua menit dari Tower of London. Medieval Banquet terletak di bawah tanah  dengan penerangan yang seadanya karena menggunakan lampu berbentuk obor yang sangat redup. Hal ini membuat saya harus berhati-hati dalam melangkah. Desain interiornya mirip seperti kamar-kamar kastil abad pertengahan, sangat khas kerajaan jaman dulu.

Ksatria di pintu masuk Restoran

Ksatria di pintu masuk Restoran

Medieval Banquet terletak di Ivory House, St Katherine Dock.

Medieval Banquet terletak di Ivory House, St Katherine Dock.

Di depan pintu masuk berdiri seorang kesatria dengan pakaian perang besi. Dan di dalamnya juga terdapat ada empat kesatria lagi yang menjaga lorong masuk restoran. Selain itu sepanjang lorong terdapat sederet pedang dan ornamen zaman kerajaan lainnya. Pelayan restoran adalah para wanita yang mengenakan pakaian khas abad pertengahan. Sambil menunggu makanan, kita akan disuguhi berbagai macam atraksi dan tradisi dengan tata cara perjamuan khas masa lalu. Oh iya, aturan di restoran ini adalah para pengunjung tidak boleh bertepuk tangan, tapi di ganti dengan memukul-mukul meja. Kebayang betapa Bar-bar-nya para pengunjung. Sangat khas jaman kerajaan purbakala kan? 🙂

Saya sih tidak terlalu menikmati menu yang di sajikan. Karena selain penyajiannya yang sangat lama, saya juga tidak suka makanan aneka sup-supan serta roti yang sekeras karpet. Saya memang udik, tidak terbiasa makanan khas ala Eropa :)) Setelah makan malam di Medieval Banquet saya pun pulang menuju hotel untuk tidur dan bersiap untuk berpetualang di sudut kota London lainnya.

Nantikan kisah saya di Baker Street untuk bertamu di rumah Sherlock Holmes dan King Cross Station Platform 9 3/4 untuk memenuhi rasa penasaran akan stasiun kereta paling termasyhur di serial fantasi Harry Potter.

*semua foto di postingan ini menggunakan kamera iPhone 5*

Advertisements