Tags

, , ,

SelamatPagiMalam

“There’s no place for us here… Thats why”

Dialog ini nancep di kepala saya. So powerfull! Dan itu adalah sebagian dialog Gia-Naomi pas scene dalam taksi ketika keliling Jakarta di malam hari.

Film ini bercerita tentang Jakarta. Bertutur nyindir tapi gak nyinyir. Berkisah tentang 3 wanita berbeda dalam dimensi yang sama.

Ada Gia yang baru pulang dari New York, dan ketemu lagi sama Naomi, pasangannya selama di New York yang udah duluan ke Jakarta. Gia menggangap Naomi udah mulai gak idealis lagi, udah beda banget ketika mereka sama2 jadi mahasiswa seni di New York. Naomi sendiri udh mulai berkompromi dengan segala kemunafikan gaya hidup kelas atas Jakarta. Naomi kompromi, karena realistis!

Trus ada Indri, yang sebenarnya dari kalangan bawah tapi atas nama gengsi berpura-pura menjadi kalangan jetset untuk menaikkan standar hidup.

Terakhir, Cik Surya, istri seorang pengusaha yang suaminya baru saja meninggal. Dan dia baru tau klo suaminya selingkuh dengan Sofia, seorang penyanyi bar kelas bawah Jakarta.

Tanpa sengaja, mereka berkumpul di malam yang sama, disebuah hotel kelas bawah, dengan membawa masalah berbeda, mereka saling menelanjangi kemunafikan Jakarta seraya mencari jati diri masing-masing.

Oke bangetlah film ini. Bagi kaum urban Jakarta, menonton ini kayak lagi ngeliat diri sendiri di kota Jakarta. Pergi ke mall-mall gede, makan di resto mewah, nge-gym, smartphone lebih dari satu plus gadget lainnya, Path, foto makanan, selfie dengan tas mahal dan lala-lala-yeye-lainnya yang akrab sama kehidupan kaum Jakartans.

Kita juga bakal keliling GI, HI, Menteng, Kuningan, Sudirman, Thamrin, Senin, Kota, Masjid Istiqlal, Katedral dan beneran berasa lagi keliling Jakarta.

Setting film Jakarta sebenarnya sudah lebih dulu di ceritain oleh Eliana-Eliana (Riri Riza) Jakarta Maghrib (Salman Aristo) Jakarta Hati (Salman Aristo) dan Lovely Man (Teddy Soe), tapi Selamat Pagi, Malam lebih lengkap. Hampir semua sudut kota Jakarta yang biasa di datangi dalam keseharian ada di film ini.

Anyway, menurut saya endingnya perfect banget. Sofia, sang pelacur minim dialog (big applause untuk Dira Sugandi yang actingnya gokil banget, karakternya juara!) tetiba nyanyi Pergi Untuk Kembali. Sunyi tanpa musik. Hampa…

Tontonlah… Salah satu karya terbaik anak bangsa.

Advertisements